“Sugeng Tindak Mas…”

Obituari Buat Alm. Drs. H.M. Nur Akhlis, M.Pd.

Aku mengenalmu sudah sejak tahun 90an….
Engkau tampan sejak dulu….juga sangat sopan…akhlaq yang tercermin dari tutur sikapmu…Mengaji, berorganisasi dan belajar dengan motivasi tinggi menjadi keseharianmu…
Meski tampan sampean tidak sombong….meski pinter bahasa asing tidak merasa inggil….

Kita bertemu saat sampean dan istri mengajariku bahasa Inggris, Meski kemampuanku kanak-kanak, kau memperlakukanku  seolah aku pintar…

Tiba-tiba kita dipertemukan di IAIN Kediri…..
Kampus yang membesarkanku dan juga sampeyan….
Kala bersama di Lembaga Bahasa…..saat sampeyan jadi ketuanya  ..

Sampeyan terpaksa beli rokok….hanya untuk membuat kami-kami perokok tidak segan….Kini saat aku harus di Lembaga Bahasa…..kesopananmu terasa sulit  ditiru….Jika harus mengingatkan…kekhilafan…sampeyan pura-pura bertanya…..

Saat saat begini…
Saya kangen senyum canda dan terbahak sampeyan yang tak lekang oleh waktu…. Tentu ..para mahasiswa akan mengingat sampeyan…kebaikan di kelas dan diluar itu…Kata mereka….sampeyan tak pernah marah…..
Tugas yang terlambat pun sampeyan terima…dengan biasa
Mungkin aku tak mampu melakukannya….atau belum..

Mas Akhlis….
Segenap kolega di kampus terkejut mendengar kepergianmu….
Sampeyan memang sibuk….di rumah punya kursusan, pengurus masjid agung, sekretaris yayasan, pembimbing umroh….dan apalagii. ..saya ndak tahu….Hampir semua kegiatan sampeyan di luar berasa sosial….tak mendapat bayaran….

Kami maklum jika  kita jadi jarang bersua….
Akhir-akhir ini…sampeyan sempat mengeluhkan sakit….yang “ndak diroso”….Tapi sakit itu pula yang membuat sampeyan ke kampus hanya untuk ngajar seperlunya….

Tapi Selasa lalu….setelah lama tak bersua….
Sampeyan pergi selamanya ….setelah pulang dari kegiatan Diklat Haji  di Surabaya….

Tugas yang seharusnya sampeyan emban di musim haji…tahun ini…
Sampeyan memang orang baik Mas….tidak heran Gusti Allah lebih cepat memanggilmu….

Di saat  genting seperti ini….
Saya pengin datang menghormatmu untuk terakhir kali … ingin mensholatimu se khusu’  mungkin, membisikkan tahmid, tasbih, tahlil di dekat jasadmu…. mengantarmu pulang ke pemakaman….
Maaf kan yo Mas…semua orang melarang….semuanya mencegah…
.

Baca juga:   Pak Shobir dalam Ingatan Saya

Maaf yo Mas Akhlis……
Aku hanya berdòa untukmu dari rumah……
Aku yakin tinggal kemuliaan yang sampeyan dapatkan di hadapan-Nya…Aamiiin…Sugeng tindak mas……!

Kediri, 26 Maret 2020

One thought on ““Sugeng Tindak Mas…””

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *