Senandung Keberagaman dalam Puisi

I.SIMPUL KEBERAGAMAN

Manusia dengan berjuta warna
Manusia dengan berjuta rasa
Manusia dengan berjuta gaya

Mengabdi dengan menghambakan diri
Memuja dengan menjadi petapa
Menyanjung dengan bersenandung

Tujuan dari segala gerak adalah satu
Cinta adalah kunci dari segala gerak itu
Tak perlu berwarna sama untuk bersama

Bahwa pelangi tak akan indah hanya dengan satu warna
Bahwa hidangan tak akan terasa nikmat hanya dengan satu rasa
Bahwa setiap jiwa mempunyai gaya untuk bersua

Masihkah kau menyisih?
Masihkah kau berpaling?
Masihkah kau menuding?

Beragam tak akan menjadi suram
Beragam tak akan menjadi kelam
Beragam tak akan menjadi mencekam

Maka, mari bersatu menyatukan warna dan rasa
Berpadu dalam almamater kemanusiaan
Saling terikat dalam simpul keberagaman

Sekalipun tiba waktu yang menjadi penentu
Kita tak pernah tahu siapa yang menjadi nomor satu
Untuk itu, sadar akan ragam menjadi hal yang harus digenggam

Mari menjadi pelangi dengan warna yang merona
Mari menjadi harmonis dengan perpaduan yang romantis
Mari menjadi simpul dengan tangan saling merangkul

Kediri, 8 Mei 2020

II. RAGAM JALAN

Ada yang melangkah mengikuti arah
Ada yang dengan pelan menyeleksi jalan
Ada yang secara diam-diam tetap berpijak pada porosnya
Ada yang sungguh kebingungan memilih jalan

Ada jalan yang dianggap benar
Ada jalan yang dianggap mendekati benar
Ada jalan yang dianggap kurang benar
Ada jalan yang diangap sangat jauh dari benar

Lalu, sebenarnya manakah jalan yang paling benar?
Tidakkah semua jalan membawa kebenarannya sendiri?
Bukankah semua jalan akan mengantarkan kepada tujuan?
Maka, masihkah perlu memperdebatkan jalan?

Ketika kerukunan lebih indah daripada permusuhan
Ketika perdamaian lebih indah daripada pertarungan
Ketika persahabatan lebih indah daripada pertengkaran
Ketika perbedaan lebih indah daripada pertempuran

Baca juga:   Dialog dan Seni Memahami Liyan

Mari berdiri pada jalan sendiri
Mari tidak menodai jalan yang tak dikehendaki
Tetap menetap di bawah atap dengan penuh ratap
Tanpa perlu menghukum jalan telah rampung terangkum

Mari bersimpuh dan membuang rasa angkuh
Pada setiap jalan yang telah menjadi pilihan
Karena jalan menuju Tuhan bukan untuk diperdebatkan
Karena setiap jalan yang menuju Tuhan, adalah pilihan dari Tuhan

Kediri, 9 Mei 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *