Profil Alumni#Muhammad Fatkhulloh (SAA-1990): Menembus Batas Disiplin Keilmuan

Perdebatan mengenai linieritas keilmuan masih menjadi perdebatan akademik yang tidak kunjung usai dalam sistem pendidikan kita.  Persoalan linearitas keilmuan ini kerap disalahartikan pada kesamaan rumpun keilmuan yang ditempuh seseorang di jenjang S1 dan S2. Padahal, maksud linearitas di sini mengacu pada kompetensi seseorang dalam bidang keilmuan tertentu dan itu tidak dibatasi pada kesamaan jenjang pendidikan S1 dan S2. Pemahaman linearitas model kedua ini rupa-rupanya lebih kuat mengemuka di era disrupsi ini mengingat perubahan zaman mengharuskan seseorang tidak terjebak pada satu disiplin keilmuan tertentu.

Nah, berbicara soal linearitas ini, kita bisa belajar dari sosok Muhammad Fatkhulloh, yang merupakan alumni Perbandingan Agama (sekarang SAA) tahun 1990-an. Bagaimana tidak, meskipun beliau S1-nya Perbandingan Agama, beliau mampu mengintegrasikan disiplin ini dengan rumpun keilmuan yang lain. Tokoh intelektual-cum-ulama ini lahir di Jombang pada tanggal 28 Mei 1965. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Jurusan Perbandingan Agama IAIN Kediri, beliau melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dalam bidang Manajemen Pendidikan dan Pengembangan Kurikulum.

Lahir dan besar di keluarga santri, Fatkhul muda menempa diri di sejumlah pesantren, seperti Pesantren Al Islah Bandar Kidul Kediri, Pesantren Lirboyo Kediri, Pesantren al Anwar Sarang Rembang. Selama menjadi mahasiswa, beliau juga aktif dalam organisasi ekstra kampus dengan menjadi ketua Ketua PMII Komisariat IAIN Kediri, sebuah organisasi kemahasiswaan yang merupakan underbow Nahdlatul Ulama.  Tampaknya, beliau sudah ditakdirkan untuk mengabdikan diri pada organisasi sosial keagamaan terbesar di Indonesia ini. Buktinya, beliau secara berturut-turut pernah menjabat sebagai Ketua Umum IPNU Kabupaten Jombang; Ketua ll PMII Cabang Kediri; Sekretaris Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul ulum Tambakberas; Sekretaris umum yayasan pendidikan tinggi Bahrul ulum; dan Rois Syuriah PBNU Tambakrejo Jombang.  Di bidang akademik, kiprah beliau juga tidak kalah mentereng. Kiprahnya sebagai akademi menghantarkan beliau sebagai ketua Sekolah Tinggi Bahrul Ulum Tambakberas Jombang yang sejak awal berdirinya hingga tahun 1992 STAI Bahrul Ulum berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Aktivitas beliau juga tidak terbatas di lingkup nasional, tapi juga merambah negara lain seperti Saudi Arabia, Mesir, Thailand, dan Malaysia.

Melihat latarbelakang beliau, tidak heran jika Muhammad Fatkhulloh adalah potret bagaimana seorang santri mampu menembus batas disiplin keilmuan yang digelutinya di Jurusan Perbandingan Agama IAIN Kediri. Beliau juga membuktikan bahwa alumni PA (SAA) bisa berkiprah di bidang keilmuan yang berbeda. Proficiat, Pak Yai!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *