Profil Alumni: ‘Aziez’ Oetsman (PA-1988)- Kuliah dan Filosofi ‘Memetik Buah’

Sejak kecil, saya sudah akrab dengan pendidikan agama.   Saya pernah belajar di Madrasah Diniyah Ibtidaiyah ( 1969 – 1975 ) dan Tsanawiyah ( 1976 – 1978 ) Roudlotul Muslimin Sonoageng dan Madrasah Aliyah Almanar ( 1979 – 1981 ). Saya juga pernah nyantri di Pondok Pesantren Isyhar ( 1979 – 1983 ) Tanjungtani Prambon Nganjuk.  Dahaga akan ilmu pengetahuan menghantarkan saya kuliah di Fakultas Ushuluddin Jurusan Perbandingan Agama (sekarang Prodi Studi Agama-Agama), di IAIN “Sunan Ampel” Kota Kediri ( 1984 – 1988 ).

Pilihan Jurusan Perbandingan Agama (kini SAA) didasari atas dua pertimbangan: melanjutkan belajar Ilmu Tauhid yang  sudah diajarkan sejak di Madrasah Ibtidaiyah hingga tingkat Aliyah; dan kedua adalah untuk memahami kesinambungan ajaran Tauhid dari Para Nabi dan Rasul.  Di Perbandingan Agama, saya belajar dinamika ketauhidan dan aliran-aliran yang mungkin tidak lagi sama dengan ajaran asal. Belajar agama lain membuat saya semakin yakin kebenaran tauhid yang menjadi pilihan dan pedoman sikap diri sebagai seorang hamba.

Fakultas Syari’ah dan Tarbiyah yang dahulu menjadi primadona dan pilihan favorit bagi calon mahasiswa karena dianggap menjanjikan kemudahan pekerjaan para alumninya tidak mampu mengoyahkan tekad untuk memilih Fakultas Ushuluddin.  Saya selalu yakin dengan ungkapan bahwa “barangsiapa memenuhi perintah mencari ilmu, derajatnya akan diangkat di Kehidupan Duniawi dan Ukhrawi sebagaimana Janji Sang Pencipta menata kemakmuran hambanya yang bertaqwa.” Bagi saya, menuntut ilmu itu ibarat memenuhi panggilan untuk memetik buah; saya selalu yakin bahwa pilihan kuliah di Perbandingan Agama adalah ikhtiar untuk memetik buah yang sudah dijanjikan oleh Sang Pencipta. Pendidikan adalah bagian dari amal yang harus didasari pada lillahita’ala dan keyakinan bahwa kita akan diberikan yang terbaik dalam meniti suatu karier dalam kehidupan.

Pasca Wisuda Angkatan Perdana Sistem Kredit Semester ( SKS ) tahun 1989 – 1992, saya bergabung  dengan Lembaga Swadaya Masyarakat al-Ghien Ponorogo dan LP3ES Klaten bekerja sama dengan masyarakat terluar Pacitan yang berbatasan dengan Wonogiri. Di lembaga ini saya mendampingi Pengembangan Ekonomi Berbasis Sumber Daya Alam Lokal. Ghiroh keagamaan yang  ditanamkan sejak usia dini memengaruhi motivasi pilihan mengabdi di Kementerian Agama Republik Indonesia sejak tahun 1993; saat itu saya ditugaskan pada Seksi Urusan Agama Islam 2014 – 2015 pada Seksi Pendidikan Agama Islam dan mutasi tugas tahun 2016 – 2017 pada Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, kemudian tahun 2018 – 2019 pada Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh. Di luar tanggungjawab di Depag, saya juga diserahi amanat sebagai Anggota Tim Pembina Keluarga Sadar Hukum Kota Kediri Tahun 2000 – 2017 dan Pengurus MUI Kota Kediri, Komisi Fatwa 2015 – 2020.

Keyakinan saya benar, sebagai alumni Ushuluddin IAIN Kediri ternyata saya juga bisa berkiprah sama sebagaimana alumni fakultas lain. Hingga sekarang saya tetap merasa bahwa Fakultas Ushuluddin merupakan pilihan tepat bagi mahasiswa dengan visi Sakinah, Duniawi dan Ukhrawi.

Bravo SAA dan Ushuluddin!

Aziez ‘Oetsman

Angkatan 1984 Wisuda Perdana Perubahan Sistem SKS awal 1989.

Nganjuk 07 – 03 – 1963 Waung Sonoageng Prambon Nganjuk d/a Sekarang: BTN Wilis Indah II Blok H No. 61 Pojok Mojoroto Kota Kediri

One thought on “Profil Alumni: ‘Aziez’ Oetsman (PA-1988)- Kuliah dan Filosofi ‘Memetik Buah’”

Leave a Reply to AHMAD AMIN Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *