Dema SAA dan Gusdurian Nganjuk Meriahkan Jalan Sehat Lintas Iman

Tak hanya komunitas Lintas Agama saja yang ada di Kota Nganjuk yang turut meramaikan Jalan sehat perayaan imlek, Dema Studi Agama Agama (SAA) IAIN Kediri pun turut serta berpartisipasi dalam acara jalan sehat perayaan imlek. Antusiasme terhadap acara ini mencerminkan bahwa toleransi antar umat beragama di junjung sangat tinggi oleh masyarakat berbeda agama, tak terkecuali di Nganjuk.

Perayaan jalan sehat pasca Imlek kali ini nampak berbeda. Peserta bukan hanya berasal dari kalangan umat Klenteng saja, tapi juga masyarakat umum, termasuk Gusdurian Nganjuk yang mewadahi berbagai macam lintas agama yang di nahkodai oleh Dr.Mohammad Arif. Tidak ketinggalan juga ikut berpartisipasi adalah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Nganjuk, Ikatan Mahasiswa Nganjuk (Imaska) dan Dema Studi Agama – agama IAIN Kediri tak mau ketinggalan ikut andil berpartisipasi.
Beberapa kelompok dari Dema Studi Agama – agama IAIN Kediri. Mereka tampak kompak, akrab, dan membantu kesuksesan acara jalan sehat ini.

Kegiatan ini dihelat di Alun – alun Nganjuk, tepatnya di depan Pendopo Nganjuk sebagai bagian memeriahkan jalan sehat pasca imlek pada hari Minggu 09 Februari 2020. Diharapkan kemeriahan dan keakraban dalam acara ini semakin membuat warga Nganjuk guyub dan rukun.

Seorang Mahasiswa dari IAIN Kediri Sahabat Agus Alvianto, keterlibatan dalam kegiatan jalan santai pasca imlek ini merupakan satu sikap penghormatan, untuk menjalin harmonisasi sesama umat beragama. Senang dan merasa terhormat dapat membantu serta partisipasi di acara jalan sehat pasca imlek Karena tidak semua orang dapat menjadi panitia” ujarnya.

Bagus Rozikun, Ketua Dema SAA IAIN Kediri yang juga anggota Gusdurian Nganjuk mengatakan bahwa perbedaan merupakan keniscayaan. Sikap saling menghormati dan menghargai agama atau keyakinan lainnya adalah perwujudan nilai kebangsaan dan kemanusiaan, ujarnya. (DemaSAA).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *