Bangun Dialog Agama Melalui Bakti Sosial

Mahasiswa Prodi Studi Agama-Agama (SAA) IAIN Kediri turut berpartisipasi dalam agenda Bakti Sosial dan Pelayanan Pengobatan Gratis dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke 63 Rumah Sakit Baptis Kediri di Desa Ngadirejo Tanjunganom Nganjuk.  Kegiatan ini juga merupakan bentuk nyata kerjasama antara Prodi SAA IAIN Kediri dan Rs. Baptis yang sudah terjalin lama. Kegiatan ini juga didukung oleh Paguyuban  Lintas Agama & Kepercayaan Kecamatan Tanjunganom, Gusdurian Nganjuk, Relawan kebersihan CTC, dan sejumlah relawan lainnya.

Masyarakat menyambut antusis kegiatan bakti sosial dan pelayanan pengobatan gratis ini. Bahkan, kursi yang sudah disiapkan tidak mampu menampung jumlah peserta yang membludak selama acara. Kegiatan ini sendiri diselenggarakan pada hari Sabtu, 15 Februari 2020, di Balai Desa Ngadirejo Tanjunganom Nganjuk, dimulai pada pukul 08.00 hingga selesai.  Warga masyarakat di kawasan Ngadirejo ini umumnya menderita penyakit darah tinggi dan gula batu. Sambil memberikan pengobatan gratis, para perawat juga menyosialisasikan pola hidup sehat yang benar kepada warga yang hadir. dr.E.grace l.sp.M, direktur Rumah Sakit Baptis Kediri berpesan bahwa sekecil apapun penyakitnya harus segera ditangani. Bahwa kesehatan bisa di berlakukan dan dibiasakan melakukan pola hidup sehat.

Pengobatan gratis ini, selain memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, juga menunjukkan bahwa kemanusiaan adalah di atas segalanya. Keterlibatan sejumlah organisasi yang berasal dari latar agama yang berbeda seolah-olah ingin menegaskan pesan universal bahwa, “mereka yang tidak seiman adalah saudara dalam kemanusiaan.” Kegiatan ini perlu dilestarikan karena selain membantu masyarakat bawah, pengobatan gratis semacam ini adalah bentuk dialog agama dalam kehidupan nyata. Dialog agama tidak selalu harus dilakukan dalam bentuk diskusi teologis di acara-acara resmi, tapi terpenting lagi adalah dialog melalui perjumpaan sosial (dialogue of life) di tengah masyarakat. Paradigma dialog agama harus bergeser dari melulu teologis pada dialog soal isu-isu bersama seperti kesehatan, kemiskinan, lingkungan, pendidikan, dan sebagainya (Dema SAA).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *