Bangkitkan Idealisme Generasi Emas, DEMA SAA Gelar Lomba Ilmiah

Pada Minggu 9 Juli sehari yang lalu Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Studi Agama-Agama IAIN Kediri telah mengadakan event Lomba Esai bertajuk “Bangkitnya Idealisme Pemuda Menuju Generasi Emas 2045”. Tujuan dari acara ini tak lain dan tak bukan yakni untuk mengasah kreativitas menulis para mahasiswa ketika diharuskan produktif di rumah ketika masa pandemi. Maksud dari tema yang diambil dalam lomba ini yaitu fokus pada kepemudaan mengingat peran pemuda saat ini akan sangat berpengaruh pada 35 tahun yang akan datang. Kemudian apa yang harus dilakukan para pemuda saat ini yaitu harus membangkitkan idealisme mereka. Paradigma para pemudalah yang nanti menentukan apakah generasi yang akan datang lebih baik dalam arti mampu membuat sebuah perubahan positif bagi negaranya atau bahkan sebaliknya. Jadi, mulai sekarang para pemuda setidaknya harus berpikir lebih dewasa lagi dan membuang segala hal yang tidak bermanfaat bagi dirinya apalagi dengan orang-orang disekitarnya.

Lomba ini dimulai pendaftaran pada tanggal 20 Juli sampai 27 Juli 2020. Tak hanya Mahasiswa Studi Agama-Agama saja melainkan para peserta di berbagai jurusan dan antar kampus turut antusias dalam event ini. Jadi dengan begitu tingkat persaingan dalam hal kreativitas menulis sangatlah ketat bagi para peserta tersendiri. Salah satu contohmya dari Mahasiswa SAA IAIN Kediri. Dia sangat terkejut dengan peserta yang ada dalam lomba ini dan membuatnya sedikit grogi. Namun, hal itulah yang menjadi motivasi bagi dirinya untuk lebih baik dalam menulis esai nanti. Kemudian berlanjut dalam proses pengumpulan karya pada tanggal 21 Juli hingga 02 Agustus 2020. Para peserta diwajibkan mengikuti aturan kepenulisan dari pihak panitia dan mengikuti beberapa syarat-syarat lain yang ada khususnya harus sesuai dengan tema yang ada. Setelah itu karya dikumpulkan lewat email yang tersedia yaitu di Gmail saaiainkediri@gmail.com. Setelah itu tahap berikutnya adalah penjurian yang dilaksanakan pada tanggal 03 sampai 07 Agustus 2020. Dalam penjurian ini dilakukan oleh 2 Dewan Juri 1 yaitu Lukman Hakim, S.I.Kom., M.Sos. Beliau adalah dosen Komunikasi Penyiaran Islam IAIN Kediri juga merupakan Koordinator Lingkar Dosen Menulis (LDM). Kemudian Dewan Juri 2 yaitu M. Thoriqul Huda, M. Fil.I. Beliau merupakan dosen Studi Agama-Agama IAIN Kediri juga seorang peneliti lepas. Dalam proses penjurian yang dinilai yaitu:

  1. Kesesuaian tema “Bangkitnya Idealisme Pemuda Menuju Generasi Emas 2045” dengan nilai 1 sampai 25
  2. Pengaturan dokumen esai pada umumnya dengan nilai 1 sampai 15
  3. Rasionalitas ide, observasi dengan nilai 1 sampai 30
  4. Kaidah penulisan, penggunaan bahasa dengan nilai 1 sampai 30

Tahap berikutnya adalah pengumuman pada tanggal 9 Agustus 2020. Dalam pengumuman ini diberitahukan lewat WhatsApp grub Lomba Esai SAA IAIN Kediri, Facebook Perbandingan Agama dan Instagram saa_iainkediri. Pengumuman tersebut menghasilkan nama-nama pemenang lomba esai. Total nilai tertinggi dari kedua dewan juri adalah juara pertama. Nama-nama tersebut ialah:

  1. Juara 1 dimenangkan oleh Ibnu Akbar Maliki dengan judul esai “Sosial Media untuk Demokrasi Indonesia: Upaya Meningkatkan Partisipasi Politik di Era Teknologi” mendapatkan total nilai 178.
  2. Juara 2 dimenangkan oleh Binti Khoirun Nisak dengan judul “Membangkitkan Sikap Idealisme untuki Indonesia Lebih Jaya dengan Generasi Emas 2045” mendapatkan total nilai 165.
  3. Juara 3 dimenangkan oleh Dzikron Rachmadi dengan judul “Harapan Besar Bangkitnya Idealisme Pemuda Menuju Generasi Emas Indonesia 2045” mendapatkan total nilai 161.

Pengumuman tersebut disambut meriah oleh para peserta meskipun hanya sebatas online melalui grup WhatsApp. Para peserta begitu lega dengan keputusan yang ada dan sangat bersikap positif juga saling mengucapkan selamat kepada para pemenang. Ucapan selamat juga diberikan oleh Mohamad Bagus Rozikun selaku Ketua DEMA SAA IAIN Kediri. Berikut adalah pesa-pesanya:

“Saya ucapkan selamat kepada juara 1, 2 dan 3 lomba esai SAA IAIN kediri. Pesan untuk para juara yakni tetap tingkatkan terus prestasi kalian! Kemudian pesan untuk para peserta yang belum beruntung yakni jangan menyerah dan cobalah kesempatan di lain waktu.” Ketua DEMA SAA IAIN Kediri.

Kemudian salah satu juri yaitu Lukman Hakim juga menyampaikan pesan-pesan kepada para juara dan peserta:

“Kepada seluruh peserta. Saya secara khusus perlu mengapresiasi atas kerja keras dan semangat dalam menghasilkan karya. Perlombaan ini tidak boleh menjadi akhir, tapi awal pemantik untuk menghasilkan karya yang lebih baik. Perlu saya sampaikan, bahwa di bawah kolong langit manapun di dunia ini, penulis yang menghasilkan karya monumental selalu punya kebiasaan membaca yang mendarah daging. Mustahil menulis bagus tanpa pernah membaca. Hal lain yang tidak kalah penting, sebagus apapun karya yang dihasilkan tapi hasil mencaplok karya orang lain itu kejahatan intelektual. Setara dengan koruptor dan pencuri. Jadi menulislah dengan proses, tak ada jalan instan untuk menjadi penulis.” Lukman Hakim (Juri).

#saamantab
#salamtoleransi
#saaiainkediri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *